A.
Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti
tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,
tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya,
merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala
tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah
laku atau gerak.-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan
mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil
menundukkan kepala, memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan
tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung
atau sayu, malas bicara, dan lain-lain.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresidari
kecemasan.Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan
sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau
kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat
disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak
tecapai.
Rasa kegelisahan memiliki sebab - sebab kenapa bisa
merasa gelisah diantaranya adalah karena sesuatu yang akan terjadi, seperti
contoh akan ada bencana gunung meletus itu akan mendatangkan rasa gelisah
karena takut hilangnya hak hidup,hak milik,hak dapat perlindungan,hak
kemerdekaan untuk tetap hidup.
Usaha - usaha mencegah dan mengatasi rasa
kegelisahan adalah pertama - tama kita harus mulai semua dari dalam diri kita
sendiri, kita harus menenangi diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan sikap
tenang dan dapat berpikir tenang kita dapat mengatasi segala kegelisahan yang
akan mendatangi diri kita. Cara untuk mengatasi rasa kegelisahan yang
menghampiri kita adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdoa dan melakukan
shalat agar hati dan pikiran kita di tenangkan, ini adalah cara terampuh.
Percaya bahwa tuhan adalah maha pengampun,maha pengasih,lagi maha penyayang.
B.
Hubungan
Manusia dan Kegelisahan
Manusia selama ini seringkali tenggelam dalam
kegelisahan. Berbagai penyebab kegelisahan telah menyita waktu dan perhatian
manusia, dan sayangnya banyak yang tidak menyadari betapa mengganggunya kegelisahan
itu. Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita
sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan
ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan
yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya
jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa
tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita
sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak
terlatih.
Kegelisahan adalah suatu rasa tidak tenteram, tidak
tenang, tidak sabar, rasa khawatir/cemas pada manusia. Kegelisahan merupakan
gejala universal yang ada pada manusia manapun. Namun kegelisahan hanya dapat
diketahui dari gejala tingakah laku atau gerak – gerik seseorang dalam situasi
tertentu. Jadi, kegelisahan merupakan sesuatu yang unik sebagai manifestasi
dari perasaan tidak tenteram, khawatir, ataupun cemas.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkahlaku
atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala gerak gerik atau
tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir
dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, duduk merenung sambil memegang
kepala, duduk dengan wajah murung,malas bicara, dan lain-lain.kegelisahan juga
merupakan ekspresi dari kecemasan. Masalah kecemasan atau kagalisahan berkaitan
juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa
seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan manusia
untuk dapat mengetahui hal-hal yang akan datang atau yang belum terjadi. Hal
ini terjadi misalnya karena adanya suatu harapan, atau adanya ancaman. Manusia
gelisah karena takut terhadap dosa-dosa dan pelanggaran (yang telah dilakukan),
takut terhadap hasil kerja (tidak memenuhi kepuasan spiritual), takut akan
kehilangan milik (harta dan jabatan), atau takut menghadapi keadaan masa depan
(yang tidak disukai). Sedangkan sumber kegelisahan berasal dari dalam diri
manusia (internal) misalnya rasa lapar, haus, rasa sepi, dan dari luar diri
manusia (eksternal) misalnya kegelisahan karena diancam seseorang.
C.
Kesimpulan
Berbicara tentang manusia, berbicara pula tentang
media tempat manusia hidup yaitu Dunia. Untuk bisa memahami hakikat manusia
maka harus pula memahami hakikat dunia dan hakikat kehidupan manusia didunia.
Pada dasarnya konsep mendiami dunia mengandung arti pemenuhan kebutuhan atas
aspek-aspek yang membentuk manusia. Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat
dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan. Sumber dari
kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap
keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada
akhirnya adalah kegelisahan.
Adapun bentuk-bentuk kegelisahan berupa
keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian mempunyai hubungan yang erat dan
mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan dalam satu dan lain kesempatan bisa
membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan yang begitu hebat bisa saja
menimbulkan keterasingan.
Kegelisahan adalah perasaan khawatir, cemas, tidak
tenang, perasaan ini selalu hadir dalam kehidupan manusia dengan kapasitas
dalam waktu yang berbeda-beda antara manusia yang satu dengan yang lain. Cara
untuk memperkecil rasa kegelisahan ini adalah kembali kepada keimanan. Karena
manusia yang memiliki iman yang kuat akan senantiasa yakin bahwa segala sesuatu
yang terjadi dalam kehidupannya telah diatur oleh Tuhan.
Referensi :
No comments:
Post a Comment